Era internet sudah mulai merajalela. Selain memunculkan situs-situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter, bisnis online juga mulai merambah kehidupan para netizen. Beberapa seller biasanya menjual dagangannya melalui web, blog, forum jual beli online sampai media sosial. Tak ayal, dalam waktu singkat muncul banyak anak muda yang sukses berkat bisnis online.

Atas dasar kesuksesan ‘mereka-mereka’ itulah sayapun ikut latah dan terjun di bisnis online. Dari mulai coba-coba menjual produk seperti makanan, clothing, buku bekas, aksesoris sampai elektronik semua  dilakukan bisnis pemula. Tak dapat dipungkiri sebagian besar berakhir dengan kegagalan sampai akhirnya ada juga yang menemukan segmen bisnis yang klik dan cocok.

Apa yang bisa dipelajari dari kegagalan dalam berwirausaha atau dalam konteks saya berbisnis online. Berikut adalah poin-poin yang bisa menjadi pembelajaran:

  • Tak ada visi. Benar, saat itu banyak pebisnis pemula hanya berbisnis untuk mencari cuan atau keuntungan semata. Tak ada planning atau rencana jangka panjang untuk membesarkan bisnis tersebut.
  • Minim produk. Beberapa seller memulai usaha dengan hanya menjual 2-3 item saja karena hanya produk tersebut yang laku keras. Namun dalam jangka waktu yang cukup lama, beberapa seller pun sadar dan menambah diferensiasi produk agar pelanggan memiliki banyak pilihan. Sayangnya hal itu sudah terlambat untuk menyelamatkan bisnis karna para pelanggan atau buyer pun cenderung sudah berpindah ke toko lain yang memiliki variasi barang lebih update.
  • Tidak mengawasi kompetitor. Beberapa kasus pada pebisnis pemula sering terjebak di zona nyaman dimana pembeli akan terus berdatangan. Saat itu banyak yang tidak mengawasi para kompetitor yang menjual produk serupa dengan harga lebih rendah. Nyatanya banyak dari mereka (kompetitor) yang sudah membanting harga sampai ke harga modal  dan mulai memiliki reputasi yang lebih baik dari pada toko yang tidak awas dengan kompetitor.
  • Kurang modal. Awalnya mungkin pebisnis pemula menyetok barang untuk kemudian dikirim. Namun karena keterbatasan modal, biasanya pebisnis pemula di bulan-bulan terakhir mulai berpindah menggunakan sistem dropship dimana distributor yang mengirim langsung ke customer atas nama seller.
  • Kurang mencermati perkembangan pasar. Ya, pasar selalu dinamis dan inilah kesalahan fatal beberapa seller. Banyak kasus dimana suatu produk sudah mulai ditinggalkan dan tidak dilirik lagi. Namun anehnya masih banyak seller yang masih kekeuh untuk menjualnya.
  • Manajemen keuangan yang buruk. Inilah kesalahan yang paling fatal! Pengelolaan keuangan bisnis yang tidak terarah. Seharusnya dari setiap keuntungan harus dibagi kembali  untuk tabungan, pengembangan usaha dan keuntungan pribadi. Namun kebanyakan pebisnis pemula menggunakan  100% dari profit langsung menjadi keuntungan pribadi. Tak ada tabungan, tak ada dana investasi usaha.

Leave a reply

Saat ini untuk memiliki bisnis pribadi tentunya bukan hal asing. Banyak sekali anak muda yang berbondong-bondong membangun kreatifitasnya untuk membuatnya sebagai lahan usaha. Belajar mandiri, mengasah skill dan mendapatkan keuntungan. Biasanya ini tindakan bagi mereka yang tidak lagi ingin menjadi “salary man”.

Sayangnya mimpi memiliki bisnis tersebut kerap kali harus terkubur oleh tidak adanya modal. Keterbatasan modal kerap membuat calon pengusaha patah arang sebelum waktunya. Padahal, ada banyak sekali cara untuk mendapatkan modal usaha tanpa perlu repot mengajukan pinjaman ke Bank.

Berbicara lebih dalam mengenai modal, pasti berhubungan erat dengan yang namanya uang. Tetapi sebenarnya yang di sebut dengan modal tidak hanya berupa uang saja, namun bisa dalam bentuk yang lain seperti kemampuan atau bakat. Namun memang modal berupa uang juga termasuk penting. Sering orang telah merencanakan sebuah usaha atau bisnis tetapi terhambat oleh faktor modal tersebut.

Akan tetapi bagaimana solusinya jika ingin memulai usaha atau bisnis namun tidak memiliki modal yang mencukupi? Berikut kami berikan sedikit ulasan yang siapa tahu bisa menjadi solusi terbaik bagi Kamu ketika menghadapi masalah tersebut.

Ajak teman dekat untuk bergabung.

Bila Kamu memang sudah berkeyakinan untuk membuka dan memulaui suatu usaha atau bisnis tapi terhambatan oleh ketersediaan modal, maka cobalah Kamu amati di sekitar apakah ada jalan atau solusi atau tidak untuk kamu bisa mendapatkan modal tersebut. Jika Kamu tak ingin menggunakan hutang atau fasilitas kredit, Kamu bisa mengajak teman dekat, keluarga atau saudara untuk bergabung dengan usaha yang Kamu jalankan dengan memberikan sebagian modal pada usaha tersebut. tentu Kamu juga harus membuat suatu kesepakatan mengenai pembagian keuntungan dan hal- hal lain yang berhubungan dengan kerja sama bisnis. Itulah alternatif pertama yang bisa Kamu pilih bila Kamu ingin mendapatkan modal namun tidak ingin melalui jalan utang atau kredit.

Menjual kembali barang-barang atau asset kamu yang sudah tidak terpakai dan masih layak

Coba untuk melihat kesekitar area kamu, masih adakah barang yang sudah tidak terpakai atau jarang dipakai tetapi masih layak digunakan. Daripada hanya jadi barang using dimakan waktu, kamu bisa menjual kembali barang-barang atau asset kamu tersebut untuk bisa menghasilkan uang dan menjadi uang tambahan untuk modal usaha.

Mengikuti Ajang Kejuaraan Bisnis ataupun Lomba Sejenis

Salah satu cara untuk mendapatkan modal usaha dengan mengikuti ajang kejuaraan bisnis. Potensi kemungkinan untuk mendapatkan modal sangatlah besar, tentu harus dipadu dengan kualitas business plan yang kamu dan team miliki.

Kemampuan dalam menyusun makalah dengan kombinasi teori dan analisa, melahirkan proposal bisnis tidaklah sulit. Beberapa beasiswa bisnis dan kompetisi yang kamu ikuti untuk mendapatkan modal usaha

Leave a reply

Melakukan bisnis atau usaha adalah merupakan kewajiban  agar dapat melangsungkan kehidupan kita secara materi. Kita sama-sama paham bahwa tanpa usaha berarti kita tidak memiliki pemasukan atau income. Nah, permasalahan yang sering sekali dijumpai adalah dengan pertanyaan yang berbunyi seperti ini: “Saya ingin sekali memiliki bisnis namun saya masih bingung apakah dengan pinjaman atau tanpa pinjaman?”

Berbicara mengenai membuka usaha atau menjalankan bisnis, modal adalah salah satu hal utama yang harus dipersiapkan, entah itu menabung dari hasil kerja sebelumnya atau meminjam dari orangtua, saudara, bank atau lembaga peminjaman modal usaha lainnya. Semakin besar potensi bisnis yang Anda lakukan, semakin besar pula modal yang harus dpersiapkan dan dikeluarkan.

Dalam suatu perjalanan bisnis, ada kalanya seorang pengusaha membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan potensi usahanya. Berikut beberapa alasan mengapa diperlukan pinjaman modal dalam proses pengembangan usaha.

Ekspansi Bisnis

Dalam proses perjalanan bisnis, tentunya sangat menyenangkan jika bisnis  mengalami peningkatan penjualan disamping impian Anda dalam mengembangkan dan melakukan ekspansi bisnis. Pinjaman modal usaha yang Anda dapatkan dapat menutup segala biaya yang dibutuhkan tanpa harus menguras biaya operasional dalam anggaran belanja Anda. Semakin berkembangnya bisnis, semakin besar pula biaya operasional dan biaya lain yang dibutuhkan.

Inventaris

Apakah Anda menjalankan bisnis dengan menjual berbagai barang dan diperlukan stok barang-barang tersebut untuk memenuhi angka permintaan dari para konsumen? Mungkin Anda seringkali  mendapatkan kesulitan dalam pengelolaan stok  barang tersebut. Agar pelanggan tidak kecewa, sudah seharusnya stok barang harus selalu ready sesuai permintaan konsumen karena apabila tidak demikian, maka pelanggan bisa jadi memilih toko lain untuk memenuhi barang kebutuhan mereka karena di toko Anda sedang kosong stoknya

Pinjaman modal usaha akan memainkan peran yang sangat penting soal ini. Terutama apabila Anda masih harus menunggu waktu yang lama agar anggaran belanja untuk biaya operasional dan peningkatan inventaris bisa dipisahkan dan masing-masing terpenuhi. Juga, bisnis Anda mungkin mengalami peningkatan penjualan yang tajam dari biasanya di waktu-waktu tertentu, dan apabila inventaris produk Anda tidak siap menghadapinya, pelanggan potensial toko Anda bisa-bisa kabur ke pesaing.

Menjaga Arus Kas

Dalam kaitannya membayar biaya operasional, gaji karyawan, berbagai tagihan-tagihan yang perlu dibayar, Anda memerlukan arus kas yang tetap berjalan. Terutama ketika informasi mengenai produk yang Anda jual belum tersebar luas sehingga belum menggaet banyak konsumen.

Apabila hal-hal di atas Anda alami, sudah saatnya Anda mengajukan pinjaman modal entah itu jangka pendek atau jangka menengah sesuai dengan kemampuan dan perencanaan Anda.  Juga, ada kalanya Anda membutuhkan dana untuk kampanye pemasaran, bayar sewa gudang, hingga re-stock barang sementara pemasukan baru bisa didapat sebulan lagi. Pinjaman modal usaha akan sangat berguna untuk menyegarkan arus kas bisnis Anda.

Leave a reply

Menurut Wikipedia, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah lembaga keuangan bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dan menyalurkan dana sebagai usaha BPR. Dengan lokasi yang pada umumnya dekat dengan tempat masyarakat yang membutuhkan.

Status BPR diberikan kepada Bank Desa, Lumbung Desa, Bank Pasar, Bank Pegawai, Lumbung Pitih Nagari (LPN), Lembaga Perkreditan Desa (LPD), Badan Kredit Desa (BKD), Badan Kredit Kecamatan (BKK), Kredit Usaha Rakyat Kecil (KURK), Lembaga Perkreditan Kecamatan (LPK), Bank Karya Produksi Desa (BKPD), dan/atau lembaga-lembaga lainnya yang dipersamakan berdasarkan UU Perbankan Nomor 7 Tahun 1992 dengan memenuhi persyaratan tatacara yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. Ketentuan tersebut diberlakukan karena mengingat bahwa lembaga-lembaga tersebut telah berkembang dari lingkungan masyarakat Indonesia, serta masih diperlukan oleh masyarakat, maka keberadaan lembaga dimaksud diakui.

Oleh karena itu, UU Perbankan Nomor 7 Tahun 1992 memberikan kejelasan status lembaga-lembaga dimaksud. Untuk menjamin kesatuan dan keseragaman dalam pembinaan dan pengawasan, maka persy-ratan dan tatacara pemberian status lembaga-lembaga dimaksud ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

Sebagaimana halnya dengan Bank Umum, masyarakat yang menyimpan dana di BPR juga  dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), selama penempatan yang dilakukan tersebut memenuhi kriteria yang telah ditentukan LPS. Sebagai perbandingan, dari bulan Oktober 2012 hingga Maret 2013, jika LPS menjamin simpanan dalam rupiah pada Bank Umum dengan tingkat bunga 5,5% maka untuk BPR, LPS menjamin hingga tingkat bunga 8%. Hal ini membuat deposito berjangka yang ditawarkan BPR  memiliki tingkat bunga yang lebih menarik dibanding Bank Umum. Berikut ini beberapa fakta menarik seputar perkembangan BPR konvensional (non-syariah) di Indonesia berdasarkan data yang diolah dari statistik perbankan yang diterbitkan Bank Indonesia hingga Maret 2013.

Hingga akhir Maret 2013, kredit yang disalurkan oleh BPR konvensional mencapai 52,6 triliun rupiah sementara dana yang dihimpun dari masyarakat dalam bentuk tabungan dan deposito (dana pihak ketiga) mencapai sekitar 45,5 triliun rupiah. Rata-rata kredit yang diberikan selama 6 bulan (Oktober 2012 hingga Maret 2013) sekitar 50,5 triliun rupiah sedangkan dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun rata-rata mencapai 44,6 triliun rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa, dalam kurun waktu 6 bulan terakhir (hingga Maret 2013), BPR konvensional berhasil dengan baik menjalankan fungsi utama perbankan yaitu fungsi intermediasi.

Menyimak statistik perbankan BPR konvensional hingga Maret 2013 dan keberhasilan BPR dalam melakukan fungsi intermediasi, masih terbuka luas kesempatan bagi Bank Umum untuk melakukan channeling melalui BPR. Keuntungan yang diperoleh oleh Bank Umum melalui  cara tersebut antara lain adalah dapat mengandalkan BPR dalam infrastruktur serta pengalamannya menilai resiko kredit debitur UMKM, yang selama  ini mungkin belum didalami oleh Bank Umum. Dalam jangka panjang dengan kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia tersebut, diharapkan dapat menekan suku bunga kredit BPR konvensional karena semakin meningkatnya supply dan kemudahan akses dana dari Bank Umum melalui penyaluran kredit langsung atau tidak langsung kepada UMKM tersebut.

Leave a reply

Hal terpenting yang harus Anda siapkan ketika akan memulai sebuah usaha adalah modal. Sumber pendapatan untuk modal usaha pun kini tidak hanya berasal dari tabungan pribadi, tapi juga bisa berasal dari dana pinjaman. Kini telah banyak lembaga keuangan (konvensional maupun syariah) yang menyediakan fasilitas khusus untuk para nasabah yang ingin membuka usaha, yang biasa dikenal dengan kredit usaha kecil. Kredit usaha kecil merupakan bantuan pembiayaan atau pinjaman modal dari lembaga keuangan, seperti bank, untuk diberikan pada usaha kecil dalam jangka waktu yang ditentukan.

Pinjaman bank hanya salah satu dari berbagai pilihan yang tersedia untuk usaha kecil dalam mengumpulkan dana. Keputusan akhir tentang di mana untuk mengamankan dana tergantung pada keseimbangan antara pro dan kontra dari sumber. Seperti semua sumber pendanaan lainnya, pinjaman bank  mempunyai keuntungan diantaranya adalah:

Kemudahan dan Dapat Diakses

Bank selalu dapat diakses pemakai karena mereka digunakan secara teratur untuk menyimpan tabungan atau menariknya. Setelah menjadi nasabah bank selama bertahun-tahun, bank menjadi nyaman dan akrab, dan layanan pribadi membuat itu tempat pertama dipertimbangkan untuk pinjaman.

 Beberapa Pilihan Jenis Pinjaman

Semua bank mengiklankan jenis skema untuk merayu pengusaha mendirikan atau menjalankan bisnis. Pendapatan nyata bagi bank berasal dari bunga yang mereka tetapkan pada pinjaman. Pilihan seperti pinjaman berjangka (jangka panjang dan jangka pendek), pinjaman bisnis standar dan lain-lain yang tersedia untuk pengusaha.

 Non Profit Sharing

Usaha patungan kapitalis dan investor setuju untuk memberikan pinjaman dalam pertukaran untuk bagian kepemilikan, hak untuk mempengaruhi pengambilan keputusan dan bagian dari keuntungan. Bank tidak meminta semua ini. Jika mereka melakukan sanksi pinjaman, mereka hanya tertarik untuk mendapatkan kepentingan mereka dan angsuran pembayaran kredit secara parsial.

Suku Bunga yang Lebih Rendah – Meskipun sulit untuk mendapatkannya, bank memberikan pinjaman pada tingkat bunga yang lebih rendah dari lambaga peminjaman lainnya seperti kartu kredit

 Jaminan aman

Jika kita meminjam uang, pasti kita akan memberikan jaminan seperti sertifikat rumah, BPKB motor atau mobil. Sebagai nasabah kita tidak perlu khawatir karena bank akan menjaga segala jaminan miliki nasabahnya.

Pinjaman Bank Menawarkan Manfaat Pajak

Usaha kecil yang mengambil pinjaman dari bank menikmati beberapa bantuan dari pajak, karena presentase keuntungan digunakan untuk membayar kembali pinjaman tersebut dibebaskan dari pajak.

Namun, meminjam uang di bank tidak mudah. Produk-produk pinjaman bank rata-rata mencantumkan syarat yang relatif sulit dipenuhi, salah satunya adalah agunan atau jaminan. Besaran jaminan yang dimiliki nasabah untuk diajukan ke bank akan berdampak pada besaran dana yang bisa dicairkan bank. Faktor agunan juga mempengaruhi bunga kredit yang dikenakan bank kepada debitur. Untuk kredit dengan agunan, perbankan memberlakukan suku bunga secara bervariasi, rata-rata di kisaran belasan persen per tahun.

Leave a reply

Masalah pokok yang paling sering dihadapi oleh setiap perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha apapun selalu tidak terlepas dari kebutuhan akan dana (modal) untuk membiayai usahanya. Dana merupakan masalah pokok yang selalu ada dan selalu muncul dalam setiap usaha. Usaha keuangan dilaksanakan oleh perusahaan yang bergerak dibidang keuangan atau yang sering kita sebut dengan lembaga keuangan, dalam praktiknya lembaga keuangan digolongkan kedalam dua yaitu pertama lembaga keuangan bank dan kedua lembaga keuangan lainnya.

Lembaga keuangan bank atau kita sebut saja bank merupakan lembaga keuangan yang memberikan jasa keuangan yang paling lengkap, mulai dari menghimpun dana sampai menyalurkan dana. Sebaliknya lembaga keuangan lainnya atau lembaga pembiayaan lebih terfokus kepada salah satu bidang saja apakah penyaluran dana atau penghimpunan dana walaupun ada juga lembaga keuangan lainnya yang melakukan keduanya. Keunggulan kelompok lembaga keuangan bank adalah memberikan pelayanan keuangan yang paling lengkap diantara lembaga keuangan yang ada.

Lembaga keuangan yang merupakan suatu konsep simpan pinjam dengan prinsip syariah kini juga  semakin berkembang. Masyarakat pun  tentunya  tidak asing lagi dengan keberadaan koperasi jasa keuangan syariah, jasa keuangan syariah hingga, bank perkreditan rakyat syariah (BPRS).

Salah satu yang sekarang kian berkembang pesat  adalah BPR. Lantas, apa sebenarnya perbedaan dalam mengajukan kredit di BPR dengan bank umum? Simak jawabannya dalam beberapa ulasan dibawah ini.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membagi jenis bank di Indonesia berdasarkan undang-undang (UU) yang berlaku. Selain bank umum, Indonesia memiliki bank perkreditan rakyat (BPR). Secara karakteristik, BPR berbeda dengan bank umum.

Mengutip laman OJK, diungkapkan bahwa BPR adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah, yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan bank umum karena BPR dilarang menerima simpanan giro, kegiatan valas, dan perasuransian. BPR biasanya memiliki segmen berbeda dengan bank umum.

Jika bank umum segmennya adalah masyarakat kelas menengah dan kelas atas, maka BPR biasanya menyasar segmen di masyarakat kelas menengah ke bawah. Hal ini berkaitan dengan kemampuan modal BPR.

Adapun usaha yang bisa dilaksanakan oeh BPR, yakni pertama, menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.

Ketiga, memberikan kredit. Keempat, menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan Prinsip Syariah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Kelima, menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito, dan atau tabungan pada bank lain

Leave a reply

Tahun 2013 merupakan tahun terkelam dalam perjalanan hidup Tutuk Kurniawan. Pengusaha yang telah 40 tahun malang melintang berbisnis di sektor transportasi ini terbelit kasus hukum yang membuatnya nyaris menjadi pesakitan.

Di saat terbelit masalah, tak ada seorang pun yang mau membantunya. Rekan-rekannya sesama pebisnis terkesan takut memberikan bantuan kepada Tutuk. Pun demikian pihak perbankan yang selama ini berhubungan baik dengannya, tak lagi mempercayainya untuk memberikan pinjaman modal. Padahal sebagai pebisnis yang menghidupi ribuan karyawan, dia membutuhkan bantuan modal untuk menjaga bisnisnya terus berjalan. Di masa-masa sulit itu, BPR Weleri Makmur justru mengulurkan tangan untuk membantu Tutuk. Pinjaman Rp 2 miliar yang diajukan Tutuk disetujui oleh BPR Weleri Makmur. Tak pelak hal itu menjadi kenangan manis di benak Tutuk. “Di saat saya mengalami masalah, semua orang takut membantu saya. Di saat seperti itu, BPR Weleri Makmur justru menolong saya dengan memberi pinjaman. Nilainya tidak banyak, tapi seperti setetes air di musim kemarau. Meski sedikit tapi sangat berarti ketimbang sekolam air di musim penghujan,” katanya, berbinar.

Dengan uang pinjaman tersebut, Tutuk mencoba untuk bangkit dari keterpurukan dan memulihkan nama baiknya. Perlahan namun pasti, bisnis dan nama baiknya kembali pulih. Pihak perbankan pun kembali menaruh kepercayaan padanya hingga sekarang.Saat dikunjungi tim WMagz di kantornya, Jalan Telaga Bodas nomor 1, Gajahmungkur, Tutuk sebenarnya tengah cukup sibuk mengurus bisnisnya. Namun dia meluangkan waktunya untuk menerima tim WMagz lantaran teringat dengan kenangan manisnya terhadap BPR Weleri Makmur.

Kepada WMagz, Tutuk menceritakan, kiprahnya dalam bisnis transportasi dimulai dengan mendirikan Surabaya Taxi pada 1 April 1973 silam. Saat itu, armada yang digunakannya masih merupakan armada pinjaman. Lima belas tahun kemudian, tepatnya 27 Desember 1988, dia mendirikan Taxi Atlas. Awalnya, dia hanya mengoperasikan 25 armada. Pada tahun 1996, armadanya mencapai 960 taxi dengan jumlah pengemudi lebih dari 3.600 orang. Saat ini, tak kurang dari 350 armada Taxi Atlas beroperasi di Kota Semarang.

1 Januari 1990, bisnis transportasi Tutuk resmi merambah bandara Ahmad Yani Semarang. Bekerja sama dengan Penerbad, dia mengelola taxi airport yang melayani penumpang pesawat dari dan menuju Bandara Ahmad Yani. Awalnya dia hanya mengoperasikan 74 armada taxi airport. Namun saat ini jumlah armada taxi airport yang beroperasi telah bertambah menjadi 125 armada.Baru-baru ini, Tutuk menandatangani kerjasama dengan pihak penyedia taxi online, Grab, di mana sebanyak 400 armada Taxi Atlas melayani masyarakat yang membutuhkan transportasi murah dan cepat. “Orang harus bersikap realistis dan melihat kondisi yang sedang berjalan. Tidak ada salahnya mengikuti perubahan zaman supaya bisnis yang sudah dibangun selama bertahun-tahun tidak mati,” ujarnya.

Selain taxi, dia juga menjadi operator pengelola Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang koridor 1,2, 5,dan 6 sejak 18 September 2009. Sebanyak 35 dari 85 armada BRT yang beroperasi melayani masyarakat Kota Semarang adalah miliknya.Tutuk menyadari, dalam bisnis apapun selalu ada pasang surut yang dihadapi. Agar dapat meraih kesuksesan, menurutnya seorang pengusaha harus memiliki kapabilitas, karakter dan kolateral yang mumpuni.“Harus ulet, rajin bekerja dan jujur. Jangan sekali-sekali menipu orang. Sekali nipu, habis usahamu yang sudah dibangun bertahun-tahun. Juga harus pantang menyerah dan ojo dumeh,” katanya. [LAU]

Leave a reply

usaha dengan modal terbatas

Jaman sekarang emang susah ya cari pekerjaan. Cari kesana kemari susah sekali. Sekalinya ada lowongan, eh yang daftar banyak. Ada lowongan lagi tapi tidak sesuai dengan kemampuan. Padahal di jaman yang semakin maju ini, semua kebutuhan hidup harganya semakin naik alias mahal. Lalu apa yang harus kamu lakukan untuk menghadapi semua ini?

Jawabannya yaitu berwirausahalah. Wirausaha? Ya, wirausaha merupakan dimana seseorang berani untuk membuka sebuah usaha secara mandiri dengan mengerahkan segala sumber daya dan upaya meliputi kepandaian mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, penyusunan operasi untuk produk baru, serta mengatur permodalannya.

Bukankan wirausaha itu membutuhkan modal yang besar? Jika yang terbayang di dalam pikiranmu adlaah modal yang besar, kamu salah. Tidak semua wirausaha membutuhkan modal yang besar. Ada beberapa usaha dengan modal terbatas tapi bisnisnya dijamin menjanjikan loh. Kira-kira usaha dengan modal terbatas apa ya yang tepat untukmu? Berikut usaha dengan modal terbatas tapi menjanjikan.

Jalankan Usaha Dengan Modal Terbatas Tapi Menjanjikan

  1. Bisnis Kuliner

Yang pertama ada bisnis kuliner. Bisnis kuliner ini terbilang sangat menjanjikan. Kenapa tidak, semua orang pasti membutuhkan maka bukan? Tentu saja bisnis kuliner ini akan lebih cocok untuk kamu yang suka bergelut di dunia perkulineran ya.

Bisnis kuliner menjadi salah satu dari banyaknya usaha dengan modal terbatas yang paling sering dipilih oleh orang. Model bisnis ini juga bisa dijalankan dengan modal yang relatif kecil lho. Dan bila kamu tidak punya keahlian dalam dunia kuliner namun sangat ingin memiliki sebuah bisnis makanan, maka kamu bisa mempertimbangkan untuk membeli bisnis waralaba makanan dengan modal yang kecil, misalnya waralaba makanan camilan.

  1. Bisnis Jasa Jahit

Banyak orang yang ingin menjahitkan pakaiannya dengan model dan ukuran tertentu, terutama mereka yang memiliki tubuh yang agak gemuk atau terlalu kurus. Nah, mereka ini pasti selalu mencari jasa penjahit pakaian yang bisa membuat pakaian yang sesuai dengan bentuk tubuh mereka. Peluang bisnis yang satu ini sangat cocok untuk orang yang memiliki minat pada dunia fashion, tentunya kamu harus memiliki kemampuan dalam menjahit dan mendesain pakaian.

  1. Bisnis Toko Sembako

Memang peluang usaha membuka warung/ toko sembako (sembilan bahan pokok) sangat potensial karena pasti akan selalu dicari masyarakat. Namun, bisnis ini sudah cukup banyak yang menjalankannya, karena itu sebaiknya lihatlah tingkat persaingan yang ada, lokasi, dan juga modal yang dimiliki.

  1. Bisnis Laundry

Kalau diperhatikan bisnis laundry ini semakin menyebar dan semakin banyak layanannya, bahkan ada yang menawarkan untuk menjemput pakaian yang akan di laundry. Dan bisnis laundry biasanya akan sangat laris bila berlokasi di dekat kampus, kost-kostan. Bila kamu merasa bisnis ini cocok denganmu maka sebaiknya segera memulainya karena bisnis ini akan selalu dicari oleh banyak orang.

Nah itulah beberapa bisnis usaha dnenga modal terbatas yang dapat kamu tekuni. Semoga bermanfaat yaa.

Sedang mencari pinjaman untuk modal? BPRWM solusinya.

BPR Weleri Makmur mempunyai produk- produk yang beragam dari tabungan, deposito sampai kredit yang sesuai dengan kondisi nasabah, sehingga memungkinkan para nasabah dengan mudah mendapatkan layanan yang terbaik. Pelayanan terbaik dan kepuasan nasabah adalah satu hal yang sangat diutamakan, salah satunya dengan menjadi anggota dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sehingga simpanan masyarakat mendapat jaminan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Logo-BPR-WM-jargon

 

 

Jl. Majapahit, Ruko Gayamsari  No.17-20 Semarang

[024] 6733325

Leave a reply

 

Saat itu, modalnya sebesar Rp 10 juta  dirasa sangat kecil untuk membeli bahan baku  berupa besi dan  baja. Belum  lagi dia harus bisa menggaji dua  orang karyawan yang  membantunya. Walhasil, Gunawan hanya bisa menggarap proyek kecil-kecilan sesuai modal yang  ada. Segalanya serba terbatas sampai pada tahun 2014 dia memutuskan untuk mengajukan permohonan kredit di BPR Weleri Makmur. Setelah kreditnya disetujui.

Gunawan mendapat tambahan modal sebesar Rp 30 juta.  Dengan tambahan modal, Gunawan makin percaya diri untuk menggarap proyek kerja  yang  lebih  besar. “Dulu saya hanya mengerjakan proyek kecil-kecilan. Setelah dapat bantuan kredit dari  BPR WM, proyek makin banyak karena saya bisa menalangi modal untuk membeli besi  dan  membayar karyawan. Karena kalau  ikut tender proyek dibayarnya per termin. Jadi mau  tidak mau  kami harus siap modal dulu,” katanya.

Gunawan mengakui, dia kerap jatuh bangun dalam menjalankan usahanya. Terlebih dengan makin banyaknya saingan bisnis, tantangan usahanya makin tinggi. “Kadang  kita sudah beri  harga minim, masih ada saingan yang harganya lebih  minim dari  produk kita,” ujarnya.

Meski  demikian, Gunawan berprinsip untuk tetap jujur dalam berbisnis. Dia tidak ingin ikut-ikutan banting harga lalu memberikan material berkualitas rendah. Gunawan berkeyakinan, kejujuran seorang pengusaha berbanding lurus dengan rejeki yang  akan  didapatkannya. Semakin jujur  seseorang, maka  usahanya akan  semakin meningkat. Maka, setiap kali akan mengikuti tender suatu proyek, Gunawan tidak pernah lupa membawa contoh bahan yang digunakannya. Dia ingin  calon pembeli melihat bahwa tarif jasa yang  ditawarkannya sesuai dengan kualitas bahan yang digunakan.“Kadang  orang tidak mau  tahu soal bahan. Tahunya harga murah tapi  kualitas sama dengan yang mahal. Padahal ya tidak seperti itu. Barang yang  rigid pasti harganya lebih  mahal. Makanya saya ke mana-mana selalu bawa contoh bahan yang  saya pakai,” tuturnya.

Untuk jasa pembuatan tangga berikut pemasangannya, Gunawan mematok harga Rp 450 ribu/meter. Adapun untuk rangka baja, tarifnya Rp 600 ribu/meter. Memasuki tahun kedelapan, usaha Gunawan yang  berlokasi di Jalan Kali Kampar 1 nomor 13, Jagalan, Solo, berkembang cukup pesat. Pesanan dari dalam maupun luar  kota  terus berdatangan, hingga tak jarang dia kewalahan. Saat ini dia dibantu 5 orang karyawan tetap, dan  10 tenaga freelance. Setiap bulan, setidaknya dia mengantongi omset Rp 20 juta, di mana separuhnya merupakan laba bersihnya. Gunawan merasa beruntung telah menjadi mitra BPR WM. Baginya  BPR WM telah membantu usahanya sehingga bisa maju seperti sekarang. “BPR WM sangat mempermudah usaha. Asal kita punya produk, mereka punya produk, pasti dipermudah. Di bank  lain belum tentu semudah di BPR WM,” katanya. [Red]

 

 

Leave a reply

 

Sembilan tahun lalu, Ruswanto menjadi satu  dari sekian banyak orang yang memetik keuntungan dari meroketnya harga tanaman Jenmanii dan Gelombang Cinta. Dia meraup omset mencapai ratusan juta dan memutar balik hidupnya dari seorang pensiunan menjadi seorang pebisnis tanaman hias.

Bermodal uang pesangon dari perusahaan tempatnya bekerja, mantan karyawan di sebuah televisi swasta nasional ini itu dari  petani lokal. Dia berburu ke beberapa daerah untuk membeli Gelombang Cinta dengan harga rendah lalu menjualnya pada pembeli yang bersedia membayar dengan harga tinggi. Dari penjualan tanaman tersebut, Ruswanto meraih omzet hingga Rp 400 juta.  Padahal modal awalnya tak sampai seperempat dari  omzet. “Mungkin modal awalnya hanya sekitar Rp 50 juta,” katanya. Ketika  demam Gelombang Cinta berakhir, Ruswanto terlanjur menikmati bisnis tanaman. Dengan uang hasil penjualan Gelombang Cinta, dia membeli tanah seluas 3 ribu  meter persegi dan  mendirikan Taman Alam Raya. Produknya diperbanyak dan divariasi, tak sekedar tanaman yang sedang booming saja, melainkan tanaman yang  sekiranya dibutuhkan masyarakat. Dia juga menyediakan berbagai keperluan untuk taman seperti pot,  patung dan  lain sebagainya. Target pasarnya diperluas.

Tak hanya menyasar penikmat tanaman melainkan juga instansi, pengembang perumahan dan pabrik yang  membutuhkan tanaman untuk mengisi taman di kompleknya. Untuk menarik pembeli, Ruswanto memilih menjual tanaman yang  berbeda dari pesaingnya. Tak tanggung- tanggung, dia kerap berburu tanaman hingga ke Jakarta dan Medan, demi  mendapat tanaman yang  tidak dikembari penjual tanaman lain di Solo. “Saya tetap sediakan tanaman lokal yang  saya beli dari  petani di Kopeng dan  Bandungan, karena tanaman jenis  ini ada peminatnya sendiri. Kalau tanaman dari luar  kota,  cenderung beda dan minimalis. Tipe seperti ini banyak disukai instansi dan  pengembang perumahan,” katanya

Ruswanto menyadari bahwa usahanya sangat bergantung pada cuaca. Agar tidak rugi,  Ruswanto selektif memilih tanaman yang akan dijualnya. “Tanaman harus kuat dan  tahan cuaca. Jadi jika musim hujan datang, tidak banyak yang  mati,” ujarnya.

Untuk memperbesar usahanya, Ruswanto mengajukan bantuan modal di BPR Weleri Makmur. Meski  baru pertama kali bersentuhan dengan BPR Weleri Makmur, namun Ruswanto sudah terkesan dengan pelayanannya yang  cepat dan  komunikatif. “Tidak susah. Petugasnya cepat dan  komunikatif. Mudah- mudahan usaha saya lancar sehingga kerjasama ini berlanjut sampai nanti,” harapnya. [Red]

 

Leave a reply
0855 1500 157